SUBULUSSALAM - Kader Partai Amanat Nasional (PAN) di Aceh Singkil
meminta pimpinan PAN Aceh untuk mengevaluasi kinerja kader PAN asal
daerah pemilihan (dapil) sembilan yang duduk sebagai anggota DPR Aceh.
Mereka menyatakan, sejauh ini satu-satunya kader PAN dari dapil-9 (Aceh
Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Subulussalam) belum memberikan kontribusi bagi Aceh Singkil.
Anggota Fraksi PAN DPRA dari dapil 9, Ir Hj Liswani yang dikonfirmasi
Serambi mengaku bingung dengan keluhan DPD PAN Singkil soal minim
perhatian. Menurutnya, perhatian anggota DPRA bukan hanya untuk DPD,
melainkan kepada masyarakat banyak. Kalau mau objektif tanyakan saja
kepada masyarakat yang masuk dalam dapil saya, karena kalau ditanya sama
saya, seolah-olah membela diri,” kata Liswani.
Desakan evaluasi terhadap anggota F-PAN DPRA dari dapil sembilan
disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Aceh Singkil,
Yulihardin kepada tim evaluasi DPW PAN Aceh, Rabu (15/4) lalu.
Yulihardin yang juga Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil mengaku secara
organisasi kepartaian tidak ada masalah yang terjadi di tubuh PAN Aceh
Singkil. Hanya saja, menurut Yulihardin dia menemui tim evaluasi DPW PAN
Aceh untuk menyampaikan sejumlah keluhan terkait kinerja anggota DPRA
PAN dari dapil sembilan.
Dikatakan, sejauh ini DPD PAN Aceh Singkil merasa minimnya perhatian
anggota DPR Aceh dari partai berlambang matahari itu. “Karena di Singkil
sama sekali tidak punya wakil asli putra daerah di DPRA, kalau
Subulussalam okelah ada satu orang walau dari partai lain tapi ada
putranya jadi wakil di DPRA, makanya peran anggota DPRA asal PAN dari
dapil 9 sangat dibutuhkan,” ujar Yulihardin.
Menurut dia, permintaan evaluasi terhadap anggota DPRA dari PAN
disampaikan oleh DPD PAN Singkil secara tertulis. Bahkan, Yulihardin
meminta DPW memberikan sanksi, termasuk kemungkinan mengganti (PAW)
anggota DPRA yang tidak ada perhatian terhadap daerah. Sehingga, kata
Yulihardin, kerja para anggota DPRA dapat lebih optimal dalam membangun
daerah dan membantu membesarkan partai.
Ketua tim evaluasi dari DPW PAN Aceh, Syahrul Miswar yang
dikonfirmasi Serambi membenarkan selain kisruh internal PAN Subulussalam
dan Aceh Singkil, timbul pula persoalan lain menyangkut kinerja anggota
DPRA dari dapil sembilan. Keluhan tersebut, menurut Syahrul disampaikan
oleh kader di Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Subulussalam. ”Jadi kami
juga menemukan masalah lain, yakni menyangkut kinerja anggota DPRA yang
dikeluhkan kawan-kawan di daerah,” ujar Syahrul.
Syahrul berjanji akan membawa persoalan ini ke rapat pengurus harian
DPW PAN Aceh. Aspirasi tersebut, menurut Syahrul sah-sah saja, dan
memang seharusnya siapapun yang duduk wajib memperhatikan partai
pengusungnya atau konstituen. Karenanya, Syahrul berjanji DPW akan
segera membenahi berbagai persoalan di tubuh PAN dalam rangka
memperbaiki partai tersebut ke depannya.
Anggota DPRA dari PAN asal daerah pemilihan (dapil) 9, Ir Hj Liswani,
yang dimintai tanggapannya mengatakan, perhatian anggota DPRA bukan
hanya untuk pengurus partai (DPD), melainkan kepada masyarakat banyak.
Makanya, kata Liswani, dia bingung dan tidak paham dengan keluhan DPD
PAN Aceh Singkil soal minim perhatian.
“Maksudnya apa, yang tidak diperhatikan itu apa, tidak mengerti saya.
Kalau mau objektif tanyakan saja kepada masyarakat yang masuk dalam
dapil saya, karena kalau ditanya sama saya, seolah-olah membela diri,”
kata Liswani menjawab Serambi via telepon, Rabu (15/4) lalu.
Terkait desakan evaluasi bahkan meminta dilakukan Pergantian Antar
Waktu (PAW) terhadap dirinya, Liswani dengan santai mengatakan bahwa
tidak seenaknya mem-PAW seseorang dari anggota DPR. Menurutnya, anggota
dewan baru bisa di-PAW jika terbukti melanggar hukum atau kode etik,
serta meninggal dunia. “Ada syaratnya, jadi tidak semudah itu
mem-PAW-kan orang, itu hanya ada segelintir orang yang tidak senang
dengan saya, yang mencari-cari masalah bilang saya tidak perhatian dan
segala macam,” ujar Liswani.
Liswani juga mengatakan, dirinya sudah memasukkan program-program
untuk masyarakat Singkil dan Subulussalam ke dalam APBA 2015. Hanya
saja, kata dia, semua program yang dia masukkan telah dicoret oleh pihak
eksekutif. Namun demikian, Liswani mempersilakan jika memang ada pihak
yang meminta evaluasi terhadap dirinya
.(lid)